Fenomena Artis Bookingan

By Admin | 26 March, 2012

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Fenomena Artis Bookingan

Menjadi artis mungkin merupakan impian banyak orang, karena terkesan menjadi artis akan mendapatkan banyak uang, kehormatan dan kelas sosial tinggi di mata masyarakat, namun di luar semua itu ternyata ada issue bahwa banyak diantara kalangan artis menjadi artis bookingan . Dunia hiburan memang retan dengan godaan sehingga menimbulkan sebuah kontroversi. Termasuk profesi artis. Bukan ceritaPostingan Pertamaku. Selengkapnya ... » baru kalau ada segelintir artis, terutama artis-artis baru yang juga bisa diajak sebagai teman kencan satu malam. Hal tersebut diungkapkan oleh pemimpinApakah Anda Seorang Memiliki Kepribadian Pemimpin. Selengkapnya ... » Glow Manajemen Artis Tata Liem. Ia menjelaskan pernah punya pengalaman artis-artis prianya yang mendapat ‘tawaran’. Tak hanya wanitaTips Menghilangkan Bulu Kaki. Selengkapnya ... », artis priaTips Menghilangkan Bulu Kaki. Selengkapnya ... » pun juga ada yang sambilan seperti itu.

Dari sekadar menemani karaoke, makan malam hingga tidur6 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Merusak Jadwal Tidur. Selengkapnya ... » bareng. Mau tahu berapa tarif kencan bersama artis ? Baru-baru ini detikHOT melakukan wawancara dengan seorang manajer artis, Reindhy yang kini merupakan manajer artis penyanyi Syahrini. Ungkapan ‘artis booking-an’ sepertinya bukan hanya menjadi hal yang tak tabu lagi. Lebih dari itu, kini predikat itu pun menjadi hal yang lumrah ketika melekat pada seorang selebriti. Setidaknya, itulah yang disampaikan pemimpin Glow Manajemen Artis Tata Liem. Menurutnya fenomena ‘artis booking-an’ sudah jadi hal biasa seiring dengan tak dianggap tabu lagi untuk prostitusi. Para ‘artis bookingan’ ternyata tak melulu mengejar materi berupa uang.

Harta berbentuk rumah hingga janji dinikahi konglomerat pun menjadi ‘target’ bagi mereka. “Nggak cuma uang aja, rumah sama mau dinikahin terus dikasih apa aja juga dijanjiin,” ungkap pemimpin Glow Manajemen Artis Tata Liem. Dengan iming-iming imbalan seperti itu, tak heran jika jadi ‘artis bookingan’ memiliki daya tarik bagi sebagian selebriti. Tapi, tentu saja tak semua selebriti punya pemikiran yang sama seperti itu. Tata menuturkan, menjadi ‘artis bookingan’ adalah pilihan dari artis sendiri. Tak ada dorongan atau pun paksaan dari pihak mana pun. Menurut Tata banyak artis yang mengambil ‘jalur pintas’ agar cepat meraih ketenaran. “Tergantung artisnya, kalau yang mental cepet aja pasti kayak gitu (jadi artis bookingan)”.

Fenomena Artis bookingan

Fenomena Artis bookingan

Citra seksi yang melekat pada Julia Perez memang terkadang mengundang banyak tudingan miring. Jupe pun mengaku tak kaget ketika ada ‘tawaran’ yang datang padanya karena ia dikira ‘artis bookingan’. Baginya, ‘tawaran’ nakal semacam itu hanya kerjaan orang yang iseng ingin dekat dengannya. Bahkan bintang film ‘Pocong Minta Kawin’ itu menilainya sebagai ujian untuknya. “Saya nggak kaget (dituding artis bookingan) apalagi dengan nama Julia Perez. Mungkin orang pikir gampang sama Jupe atau Jupe akan khilaf atau ada yang ngetes aja,” tuturnya.

Menurut perempuan berumur 31 tahun itu, tawaran nakal pria iseng sebenarnya tak hanya menyasar artis-artis yang kerap berpenampilan seksi. Tapi, artis dengan citra baik-baik pun menurutnya juga bisa jadi sasaran. “Ya namanya juga iseng, image bagus juga bisa aja dibilang begitu (artis bookingan). Namanya manusia kan kerjaannya iseng,” pungkasnya.

Istilah ‘main cantik’ datang dari seorang manajer artis yang tak mau disebutkan namanya. Ia menjelaskan, bermain cantik mengandung makna bahwa agar perbuatan tersebut tak terendus, mereka melakukannya di luar kota bahkan hingga ke luar negeri. “Banyaklah yang begitu, artis dan model. Mereka biasanya main cantik. Mainnya di luar kota atau di luar negeri,”menurut sebagian manager artis. Dipaparkannya, bayaran para artis tersebut bisa mencapai Rp 25 juta hingga Rp 250 juta. Bahkan jika dilakukan di luar negeri, sang artis pun bisa mendapatkan bayaran dua kali lipat. “Kalau artis Rp 25 juta sampai Rp 250 juta. Kalau model Rp 5 juta sampai 15 juta. Itu pun untuk hitungan short time ya,” paparnya. “Kalau long time harganya bisa dua kali lipatnya kalau di luar negeri,” sambungnya. Ditambahkannya, sang artis biasanya di-booking oleh pengusaha dan kalangan pejabat pemerintah. Di luar negeri, sang artis pun biasanya dimanjakan dengan jalan-jalan dan dibelikan barang mewah. “Kebanyakan yang booking pengusaha dan pejabat pemerintah. Biasanya habis jadi teman tidur, artis di ajak shopping baju-baju dan barang-barang mewah juga,” tandasnya.

Dari fenomena di atas bisa dikatakan bahwa pengusaha dan pemerintah ternyata sudah melakukan perzinahan atau prostitusi “high class”, sehingga di pemerintahan terjadi korupsi besar-besaran karena disamping dinikmati untuk keluarganya ternyata juga menyewa artis bookingan yang sekali booking mengeluarakan uang banyak. Semoga fenomena ini bisa teratasi. Amin

Share and Enjoy

Pinterest

Topics: Artis, Kontroversi | No Comments »

Comments

You must be logged in to post a comment.

  • Archives